Home > Berta Terkini > Ruang Karya > Ruang Opini > Sejarah Singkat
MAKESTA DAN KONFERANCAB PAC IPNU–IPPNU JUNTINYUAT SUKSES DIGELAR
Penulis: Erik Sugito - 15Desember 2025
Home > Berta Terkini > Ruang Karya > Ruang Opini > Sejarah Singkat
Penulis: Erik Sugito - 15Desember 2025
Dokumentasi PAC IPNU IPPNU Juntinyuat
INDRAMAYU-Suasana kaderisasi yang sarat perenungan menyelimuti Aula SMA NU Juntinyuat, saat Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU–IPPNU Kecamatan Juntinyuat menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang dirangkaikan dengan Konferensi Anak Cabang (Konferancab), pada 13–14 Desember 2025.
Makesta yang dilaksanakan kali ini tidak hanya menjadi pintu masuk keanggotaan, tetapi juga dirancang sebagai ruang analisis diri yang mendalam. Peserta diajak untuk menakar kembali kesiapan personal, tanggung jawab kolektif, serta komitmen berorganisasi, sebagai fondasi lahirnya kepemimpinan PAC yang kuat dan berkelanjutan.
Ketua panitia menyampaikan bahwa Makesta menjadi ruh utama sebelum Konferancab digelar. “Makesta ini kami susun untuk membangun kesadaran kader dari dalam. Kami ingin PAC yang lahir dari proses reflektif, bukan sekadar formalitas struktural,” ujarnya.
Puncak kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Konferancab PAC IPNU–IPPNU Kecamatan Juntinyuat sebagai forum musyawarah tertinggi di tingkat kecamatan. Proses persidangan berlangsung tertib dan demokratis hingga forum menetapkan Rekan Fatur sebagai Ketua Mandataris PAC IPNU dan Rekanita Dede Susanti sebagai Ketua Mandataris PAC IPPNU Kecamatan Juntinyuat periode selanjutnya. Penetapan tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan PAC Juntinyuat. Kepemimpinan terpilih diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai Makesta—yang menekankan kejujuran pada diri sendiri dan tanggung jawab kader—ke dalam gerak organisasi yang progresif.
Dalam penyampaiannya, Rekan Fatur menegaskan bahwa amanah kepemimpinan adalah kerja kolektif.
“Kami ingin PAC Juntinyuat benar-benar hidup, bertumbuh, dan jaya seperti yang kita cita-citakan bersama, bukan hanya hadir dalam struktur, tetapi nyata dalam gerakan,” ungkapnya. Sementara itu, Rekanita Dede Susanti menekankan pentingnya kesinambungan kaderisasi pasca konferensi.
“Makesta telah melatih kami untuk berani bercermin. Dari proses itulah kami ingin membangun PAC yang solid, inklusif, dan berdaya,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya Makesta dan Konferancab ini, PAC IPNU–IPPNU Kecamatan Juntinyuat diharapkan memasuki babak baru kepemimpinan yang lebih matang, reflektif, dan visioner—menuju kejayaan organisasi yang tidak hanya dicita-citakan, tetapi benar-benar diperjuangkan.